UNM Ajak Masyarakat Amankan Data Diri di Media Sosial

Kita harus pandai mengamankan data diri yang tersimpan di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui lembaga Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), sukses menyelenggarakan webinar bertajuk literasi digital bertemakan “Hacking dan Pengamanan Data Diri di Sosial Media”. Webinar yang dilaksanakan selama kurang lebih 2,5 jam itu, digelar pada Selasa, (31/8) lalu.


Kegiatan ini dipandu oleh Kak  Fajar dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Anton selaku dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) dan Adi Kismanto yang merupakan penggiat security network, sekaligus mahasiswa aktif Universitas Nusa Mandiri (UNM) dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi. 


Anton menyampaikan teori mengenai definisi hacking, social media, digital quotient (DQ), data diri, ancaman serangan cyber, dan pengamanan data. 


Ia juga memberikan berbagai tips dalam mengamankan social media yakni, dengan menggunakan kata sandi yang mudah diingat tapi tidak mudah ditebak. Lalu tidak menggunakan kata dalam kamus, tidak menggunakan nama komputer atau nama akun. Lanjutnya, jika memungkinkan, gunakan karakter khusus, gunakan kata sandi dengan minimal delapan karakter atau lebih, pilih pernyataan yang bermakna, semakin panjang semakin baik, dan jangan gunakan pernyataan yang umum atau terkenal, misal lirik dari lagu populer.


“Kita harus pandai-pandai dalam mengamankan data-data diri yang tersimpan di media sosial, agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya saat menyampaikan materi seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.


Pada kesempatan yang sama di sesi kedua, Adi menjelaskan kelebihan dan kekurangan internet, bagaimana menjaga privasi di media sosial, alat bukti elektronik (digital evidence), apa hacking itu kesenangan atau balas dendam, serta bahaya hoaks  (cerita bohong). 


Hacking merupakan teknik yang dilakukan seorang hacker, cracker atau penyusup untuk menyerang sistem, jaringan dan aplikasi dengan cara mengeksploitasi kelemahan sistem untuk mendapatkan hak akses atas data dan sistem,” ujarnya.


Selain itu, katanya ada juga yang melakukan hacking untuk bersenang-senang dengan tujuan mencari kepuasan diri, karena telah berhasil menjebol security sistem orang lain.


“Namun ada juga yang melakukannya demi mencari keuntungan untuk kebutuhan bisnis pribadi ataupun keuntungan lainnya,” jelasnya.


Sementara itu, ditemui dalam kesempatan berbeda Ummu Radiyah selaku ketua Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) mengatakan, acara ini penting bagi masyarakat   untuk mempelajari bagaimana mengamankan data diri. 


“Saya juga turut mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta dalam acara webinar literasi digital ini, karena acara ini sangat penting bagi masyarakat pada umumnya. Semoga sedikit ilmu yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat bagi semua” tutupnya.