3chicgeeks

Ini Beberapa Fetish yang Gemparkan Sosial Media

Surabaya (beritajatim.com) – Siapa sangka cuitan akun @jeehantz mendapat respon dari banyak kalangan khusunya pengguna Twitter. Pasalnya, gadis cantik asal Malang tersebut baru saja menjadi korban fetish berkedok online shop. Tidak hanya sekali, ada beberapa fetish yang sempat gemparkan media sosial, apa saja?

Media sosial kerap digemparkan beberapa kasus fetish yang tidak masuk akal. Bagi Anda kususnya pengguna twitter mungkin sering membaca beberapa kasus yang disampaikan lewat thread panjang para korban.

Seorang psikolog bernama Ester Lianawati dalam artikelnya berjudul Penyimpangan Seksual menggambarkan fetish atau fantasi seksual sebagai sebuah keadaan dimana seseorang mengalami rangsangan seksual atau mampu berfantasi hanya dengan melihat benda mati. Nah berikut ini beberapa fetish yang pernah menggemparkan media sosial:

Fetish Kain Jarik

Kasus fetish ini terjadi pada bulan Juli tahun lalu. Seorang mahasiswa berinisial G, menyuruh korbannya untuk membungkus dirinya sendiri dengan kain jarik yang direkatkan dengan lakban hitam. Kasus ini berawal ketika G meminta tolong sang korban untuk menjadi objek bahan penelitiannya lewat direct message (DM) akun Instagram miliknya. Setelah dibantu, G kemudian melontarkan kata-kata tak senonoh berbau pelecehan kepada korban. Akhirnya setelah menceritakann kasus tersebut banyak netizen meyakini bahwa G memiliki fetish pada seseorang yang dibungkus dengan kain jarik.

Fetis Jempol Kaki

Akun @yusril_kurzah juga sempat membagikan cuitan berbau fetish di Twitternya. Thread 5 sekmen tersebut berisi 17 screnshoot DM percakapan antara dirinya dengan sang pelaku. Dengan alasan yang sama, untuk bahan riset tugas akhir, sang pelaku meminta @yusril_kurzah untuk memfotokan jempol kaki miliknya. Walaupun demikian akun @yusril_kurzah tidak mau menanggapi keinginan aneh sang pelaku dan berakhir dengan saling memaki antara satu sama lain.

Fetish Mukena

Fetish ini baru saja terjadi pada beberapa waktu lalu. Korbanya tidak tahu menahu kalau sebenarnya ia menjadi korban fetish seorang pria berinisial D. Awal mulanya sang korban pemilik akun @jeehantz tersebut ditawari untuk menjadi model online shop mukena.

Sang pelaku D, memperkenalkan dirinya sebagai seorang wanita berinisial R. Mulanya sang korban tidak menaruh curiga sama sekali, namun setelah teman seprofesi korban mengatakan bahwa fotonya selama ini dijadikan bahan fetish mukena korban mengancam akan melaporan perkara tersebut kepada pihak yang berwenang. [rsf/bjo]