FOMO, Sindrom Akibat Kecanduan Media Sosial, Ini Gejalanya!

Surabaya (beritajatim.com) – Smartphone kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi beberapa orang. Sumber informasi dan komunikasi berasal dari sana. Media sosial dan internet, dua hal yang sekarang tidak bisa dilepaskan.

Mulai dari Instagram Twitter, hingga TikTok. Bahkan, seseorang bisa menjadi sangat cemas dan gelisah hanya karena belum bermedia sosial, atau ketinggalan akan update terbaru. Jika kalian sedang merasakan ini, bisa jadi itu adalah sebuah gejala dari gangguan FOMO, atau Fear Of Missing Out.

Banyak orang yang menyepelekan FOMO, di mana seseorang terkena gangguan psikologis bermain media sosial dan telah menjadi adiksi. Banyak orang yang terpapar namun tidak menyadarinya. Istilah ini diungkapan pertama kali pada tahun 2013 oleh Dr. Andrew K Przybylski, yakni seorang ilmuwan yang berasal dari Inggris.

Ia menjelaskan, penyakit mental ini memaksa seseorang untuk terus mengikuti tern terbaru secara berlebihan. FOMO muncul beriringan dengan perkembangan teknologi, terutama setelah merebaknya pengguna media sosial.

Biasanya, pengidap FOMO didasari oleh pemikiran bahwa ingin menjadi orang lain. Ada perasaan dalam diri mereka yang mengatakan kehidupan yang mereka jalani tidak benar, dan menginginkan kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial. Padahal, apa yang adi media sosial tidak semua benar, dan tentunya hanya bagian bahagianya saja.

Ini dia beberapa pertanda apabila seseorang mengidap FOMO.

Tidak bisa lepas dari ponsel

Penderita FOMO akan merasa gatal dan gelisah apabila tidak memegang gawainya barang beberapa menit saja. Seolah dalam waktu menit telah ketinggalan beribu informasi bahkan update dari teman-teman. Sehingga ia akan terus menerus memeriksa semua akun sosial media. Ini akan lebih parah jika sudah pada tahap tidak bisa mengatur waktu antara bermain ponsel dengan kehidupan nyata.

Menarik diri dari realita

Faktanya, berseluncur secara terus menerus di media sosial bisa membuat seseorang enggan bersosialisasi. Dunia maya dianggap lebih menarik, ia akan terus berusaha agar terlihat sempurna di dunia maya. Dengan cara mengunggah foto dan video, mereka mengharapkan komentar pujian atau like dari orang lain.

Obsesi pada orang lain

Perasaan iri dan cemburu kerap datang ketika melihat postingan kawan-kawan yang sedang melakukan hal-hal seru dan membahagiakan. Seseorang akan mulai ingin tau apa yang dilakukan orang lain, bahkan sekadar apa yang mereka makan, apa yang mereka pakai, kegiatan hari ini. Para penderita FOMO akan membandingkan dengan diri mereka sendiri, lantas merasa tidak puas dengan apa yang ia miliki. Percis seperti hasil survey yang dilakukan majalah Forbes, bahwa sindrom ini muncul ketika seseorang merasa tidak puas dengan kehidupannya. Pengidap akan mengira orang lain lebih bahagia dari dirinya.

Sindrom ini tidak bisa hanya dianggap sebagai hal sepele, karena apabila dibiarkan akan membawa dampak yang buruk. Mulai dari rusaknya hubungan dengan orang-orang di lingkungan nyata, membuat pola hidup menjadi berantakan dan memicu gangguan fisik dan penyakit berbahaya. Bisa juga mempengaruhi finansial seseorang, karena ia ingin terus terlihat lebih dan memiliki apa yang orang lain miliki.

Lakukan detox media sosial apabila kalian sudah merasa ini keterlaluan. Beristirahat sejenak, nikmati berinteraksi bersama orang-orang secara langsung. Tambah aktivitas yang positif, buat diri kalian menjadi lebih produktif.[mnd/bjo]