3chicgeeks

Asal Beri Komentar di Sosial Media Berujung Pidana

 

MADIUN – MMA (23), warga Kabupaten Magetan harus membayar kesembronoannya dalam berkomentar di sosial media. Dirinya harus berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga mendiskreditkan atau menghina profesi wartawan dalam unggahan komentar di medsos facebook.

Berdasarkan penuturan Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan atas tindakan MMA itu, dirinya terancam hukuman empat tahun penjara karena melanggar pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Ini jadi pembelajaran bersama. Wartawan sudah bekerja luar biasa menyampaikan edukasi ke masyarakat melalui berita tentang bahaya covid-19. Bahwa memang covid-19 itu nyata. Jadi harapan saya pelaku ini merupakan yang terakhir, jangan lagi ada yang menyebarkan berita hoax,” tegasnya seusai menggelar konferensi pers di halaman Mapolresta Madiun, Kamis (29/7).

Dalam kesempatan itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah untuk menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya dan juga pandai memilih kata dalam berkomentar di media sosial.

“Medsos ini memang ruang terbuka, tapi disana ada hak orang lain yang harus kita hargai,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama saat dimintai keterangan, MMA mengatakan mengakui kesalahan yang diperbuatnya. Di hadapan para awak media, dirinya meminta maaf dan berjanji bakal lebih bijak dalam bermedia sosial.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh wartawan di Madiun khususnya atas komentar saya sebelumnya yang telah menyinggung wartawan dan pihak lain. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan saya akan lebih bijak lagi bermedia sosial,” akunya.

Dari tangan MMA, pihak kepolisian berhasil menyita beberapa barang bukti. Diantaranya telephone genggam yang digunakan untuk mentransmisi unggahan di akun medsos pribadinya. Juga screen shoot komentar MMA di akun FB yang juga turut dijadikan sebagai barang bukti.
(Dhevit/kus/madiuntoday)